HBA & HMA : Harga Batubara Acuan dan Harga Mineral Acuan Pada Februari 2025



harga batubara utama (HBA umum) tetap stabil dengan sedikit kenaikan (+0,19%), sedangkan HBA 1, 2, dan 3 mengalami penurunan dengan kisaran -0,92% hingga -4,23%. Stabilnya harga HBA utama kemungkinan dipengaruhi oleh permintaan batubara berkalori tinggi, keberadaan kontrak jangka panjang, serta kebijakan energi di beberapa negara yang masih mengandalkan batubara berkualitas tinggi. Sebaliknya, penurunan harga pada HBA 1, 2, dan 3 didorong oleh kelebihan pasokan, melemahnya permintaan global, serta dinamika pasar spot yang lebih rentan terhadap fluktuasi harga.

Ringkasan ini mencerminkan bahwa meskipun secara umum pasar batubara mengalami tekanan, segmen batubara dengan nilai tinggi masih memiliki daya tahan lebih baik dalam menghadapi perubahan pasar

Kenaikan Harga Mineral Acuan (HMA) emas sebagai mineral ikutan di bulan Februari 2025 yang sangat tipis, kurang dari 0,1%, disebabkan oleh kombinasi faktor global dan domestik. Secara global, harga emas tetap stabil meskipun didorong oleh kebijakan ekonomi Amerika Serikat, peningkatan cadangan emas oleh bank sentral, dan ketidakpastian geopolitik. Namun, aksi ambil untung oleh investor setelah harga emas mencapai rekor tertinggi serta penantian terhadap data ekonomi AS yang dapat mempengaruhi kebijakan moneter Federal Reserve membuat kenaikannya terbatas. Sementara itu, di dalam negeri, pergerakan HMA emas juga dipengaruhi oleh nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta biaya impor dan distribusi emas, yang membuat dampak kenaikan harga emas global terhadap HMA emas di Indonesia tidak terlalu signifikan. Oleh


Penurunan Harga Mineral Acuan (HMA) aluminium sebagai mineral ikutan dari Januari ke Februari 2025 disebabkan oleh beberapa faktor utama. Pertama, kekhawatiran terhadap penurunan permintaan akibat potensi perang dagang, terutama setelah Presiden AS, Donald Trump, mempertimbangkan pengenaan tarif 10% untuk impor dari China mulai 1 Februari 2025.Kedua, peningkatan produksi aluminium di China, khususnya di wilayah barat daya seperti Sichuan, di mana beberapa pabrik peleburan aluminium secara bertahap melanjutkan produksi pasca liburan, menyebabkan peningkatan pasokan dan tekanan pada harga.Selain itu, ketidakpastian terkait tarif luar negeri dan sentimen penghindaran risiko di kalangan investor turut mempengaruhi penurunan harga aluminium.

Penurunan harga nikel pada Februari 2025 disebabkan oleh kelebihan pasokan global, terutama dari Indonesia, serta lemahnya permintaan dari sektor baja tahan karat dan baterai kendaraan listrik. Selain itu, kebijakan ekonomi global, seperti perubahan regulasi kendaraan listrik di AS, turut menekan harga, mendorong Indonesia untuk mempertimbangkan pengurangan produksi guna menstabilkan pasar.





Sumber : https//www.minerba.esdm.go.id/harga_acuan

HMTP-ITY

Himpunan Mahasiswa Teknik Pertambangan Institut Teknologi Yogyakarta (HMTP-ITY) terbentuk karena dilatar belakangi oleh kebutuhan studi untuk Mahasiswa Program Studi Teknik Pertambangan ITY. HMTP ITY terbentuk pada tahun 2016 dengan visi untuk membentuk suatu wadah dimana tempat mahasiswa menuangkan aspirasi, menciptakan rasa persaudaraan dan mampu menerapkan konsep "Green Mining" sesuai dengan Tagline HMTP ITY

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Popular Items